LATEST UPDATE
Pengolahan bahan galian (mineral beneficiation/mineral processing/mineral dressing) adalah suatu proses pengolahan dengan memanfaatkan perbedaan-perbedaan sifat fisik bahan galian untuk memperoleh produk bahan galian yang bersangkutan. Khusus untuk batu bara, proses pengolahan itu disebut pencucian batu bara (coal washing) atau preparasi batu bara (coal preparation).
Kominusi adalah usaha pengecilan ukuran bijih hasil proses penambangan agar dapat diproses lebih lanjut. Proses ini terdiri dari dua tahapan, yaitu peremukan (crushing) dan penggerusan (grinding) bijih (Kelly dan Spottiswood,1982). Adapun tujuan dari kominusi adalah sebagai berikut :
Proses peremukan crushing merupakan proses reduksi atau pengecilan ukuran bijih material yang berukuran kasar sekitar 50 mm-3 mm (Kelly dan spottiswood 1982). Proses ini dilakukan dengan menggunakan alat peremuk (crusher). Dalam proses peremukan ini dikenal dua proses utama, yaitu proses peremukan tahap pertama dan peremukan tahap kedua. Dengan proses peremukan tahap pertama,ukuran mineral dapat direduksi hingga menjadi 25 mm. Alat yang digunakan pada proses ini antara lain jaw crusher atau gyratory crusher (Gaudin,1939).
Gambar 1. Alat Jaw Crusher

Proses penggerusan (grinding) merupakan proses reduksi atau pengecilan ukuran bijih atau material yang berukuran halus. Proses penggerusan merupakan kelanjutan dari proses peremukkan. Berdasarkan media penggerusannya proses ini dapat dibagi menjadi sebagai berikut (Kelly dan Spottiswood, 1982).
Gambar 2. Ball Mill

Proses pengayakan atau screening merupakan prose sizing atau pemisahan mekanik yang berdasarkan ukuran bijih yang dilakukan stelah proses penggerusan. Proses pengayakan akan memisahkan mineral-mineral berdasarkan ukurannya. Alat yang digunakan berupa ayakan (screen). Untuk mineral-mineral yang sangat halus screen dapat dibuat dari kawat logam yang ditenun (woven metal wire).
Gambar 3. Seri ayakan (sleve series)

Tahap konsentrasi adalah tahap pemisahan yang di dasarkan pada sifat-sifat fisik dari mineral yang akan di pisahkan .makin besar perbedaan sifat fisiknya akan semakin baik hasil konsentrasinya Berdasarkan sifat fisik mineral, proses konsentrasi digolongkan ke dalam limakelompok (Wills, 1981), yaitu :
Proses konsentrasi metode tabling merupakan salah satu proses konsentrasi tertua. Proses ini sudah digunakan sejak abad ke-19. Alat yang digunakan adalah meja goyang. Meja goyang merupakan alat konsentrasi mineral yang memanfaatkan gerakan fluida dan hentakan meja untuk memisahkan mineral-mineral dari pengotornya. Secara umum, mineral-mineral yang dapat diproses pada meja goyang berukuran lebih halus dibandingkan dengan ukuran mineral yang diproses dengan metoda jigging (Curie, 1973).
Gambar 4. Alat Shaking Table

Referensi:
Kelly, Errol G. and David J. Spottiswood, 1982, Introduction Mineral Processing, Jhon Wiley & Sons, Canada, 199.
Gaudin, A. M. 1939. Principles Of Mineral Dressing, Mcgraw Hill Book. Company. New York. Hasanusi.
Currie, John M. 1973. Unit Operation in Mineral Processing. Columbia: British. Columbia Institut of Technology, Burnaby. Dunham
https://studylibid.com/doc/206650/bab-ii
MENU